Selasa, 26 Juni 2012

                 CERI SI ANAK CENDRAWASIH

Ceri sudah pandai terbang sekarang, Anak cendrawasih yang makin panjang bulunya itu, gemar sekali mencari buah-buahan  yang segar. Sesekali ia terbang cepat untuk mengejar serangga kecil, terkadang ia juga terbang meniru elang yang terbang sangat berwibawa. Ceri sangat suka terbang diatas pepohonan yang tinggi.
Dalam setiap penerbangannya, ceri selalu melihat pemandangan di sekelilingnya. Ia sangat kagum dengan keindahan alam hutan papua. Suara binatang -binatang hutan nyaring terdengar, burung burung bernyanyi serta suara angin yang meniup pepohonan tinggi yang menenangkan hati ceri.
Suatu ketika ceri terbang sangat jauh, dia bermain bersama temannya dari pagi hinnga siang hari, ibunya menunggu dengan perasaan cemas, karena hingga menjelang sore ceri belum juga pulang. Ibunya berniat mencari ceri dan memberitahukan kepada kakaktua bahwa ceri hilang.
Burung kakaktua adalah burung yang pandai menirukan suara, kemudian ia berkata menirukan suara ibu ceri " ceri jangan pergi....ceri jangan pergi...ibu akan pulang sebelum malam" demikian ia berkata sambil manggut manggut.
setelah berpamitan pada kakaktua, ibu ceri terbang ke arah barat, ia melirik kekanan kekiri mencari petunjuk. sesekali berhenti bertanya kepada burung burung lain.
"Selamat sore burung nuri , aku mencari ceri anakku yang suka terbang tinggi. Kamu lihat tidak hari ini , karna sejak pagi hingga sekarang ia belum juga pulang ,aku sangat mengkhawatirkannya.
Ibu ceri bertanya kepada sekawanan burung nuri yang sedang berjajar di pohon matoa. Burung nuri saling bertatapan ,kemudian salah satunya berkata ,"aku melihat ia terbang kearah sana"
Burung nuri merah bergaris biru mengangkat sayap menujuk kearah hutan merbau yang lebat dengan pepohoan terlihat dari arah kejauhan nampak berwarna hijau tua dan hijau muda pada pucuk daunnya.
Kemudian setelah berpamitan dengan burung nuri , ia pun terbang dengan cepat kearah hutan merbau  dan hinggap diatas sebatang pohon dan menoleh kekanan kekiri mencari keberadaan ceri, kemudian ia terbang kembali berputar secara perlahan mengitari hutan merbau.
Ibu ceri kemudian melihat bunga-bunga yang indah berwarna-warni didekat sungai, kemudian ia turun untuk menghilangkan rasa haus dan letih karna terus mencari ceri.
Ketika sampai pada sekumpulan bunga yang menyerupai taman itu terlihat oleh ibu ceri sekumpulan kupu-kupu, yang sedang menghisap sari bunga dengan riang, kemudian ibu ceri mendekati untuk bertanya " wahai kupu-kupu adakah kamu melihat ceri anakku" kupu-kupupun menoleh sambil tersenyum ramah, kemudian mendekati ibu ceri. Sayap kupu-kupu itu terlihat indah sekali, ia adalah kupu-kupu sayap peri, ukuranya cukup besar, apabila sayapnya terbuka hampir selebar telapak tangan manusia.
Kupu-kupu itu melihat ibu ceri dengan perasaan khawatir, kemudian ia mempersilahkan ibu ceri untuk minum disungai terlebih dahulu, karna ibu ceri terlihat sangat kehausan dan kelelahan.
Ibu ceri kemudia membalikan badannya, ia melangkah untuk meminum air sungai itu, airnya sangat jernih dan sangat menyegarkan.Hingga ia merasa segar kembali.
"Aku melihat ceri tadi pagi, ia bersama kedua temannya pergi kehutan larangan, aku sudah mecegahnya tetapi ia bersikeras untu kesana dan hingga kini belum kembali, ucap si kupu-kupu sayap peri.
mendengar perkataan itu ibu ceri langsung meloncat dan terbang menuju hutan larangan, dalam keadaan cemas itu ibu ceri terbang secepat-cepatnya, ia tidak lagi memperdulikan kelelahan dan jarak tempuhnya. ia  sangat menyesal tidak pernah memberitahukan bahwa hutan larangan sangat berbahaya sekali. 
Samar dari kejauhan ibu ceri melihat sebuah pohon tua yang sudah kering, ranting pohonnya pun sudah tidak berdaun lagi, entah mengapa ibu ceri terus memperhatikan pohon tua itu, ternyata firasatnya benar disan nampak ceri dan kedua teman nya sedang bertengger.
"Ibuuuuuuuuuu"..
Ceri berteriak ketika melihat ibunya sedang terbang menghampirinya, ibu ceri tidak terlalu cemas lagi karena ceri masih dalam keadaan baik baik saja. Ia terbang semakin dekat dan akhirnya sampai juga pada pohon tua itu.
Ibu ceri langsung dengan nafas yang tersenggal, ia pun langsung memeluk ceri dengan sayap nya yang masih bergetar sambil meneteskan air mata dengan perasaan lega ia berkata "sukurlah nak kau baikbaik saja setelah terbang sejauh ini, teman teman ceri menunduk karna mengerti kesalahan  yang mereka lakukan dan berjanji tidak mengulanginya lagi.





                                                                salam buat rido dari ayah


nb:   jangan melepas perhatian terhadap anak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar